Category Archives: ARTIKEL

Berkebun Sayuran di atas Batang Pisang

Berkebun Sayuran di atas Batang Pisang

batang pisang
Batang pisang bisa menggantikan bambu dan talang air untuk berkebun sayuran. Bahkan batang pisang memiliki kelebihan yakni banyak mengandung pati sebagai sumber nutrisi tanaman dan mikroorganisme di dalam batang pisang bisa menjadikan media tanam yang ditaruh pada saat menanam lama-kelamaan menjadi kompos. Batang pisang juga memiliki senyawa penting seperti antrakuinon, saponin, dan flavanoid. Nah, pada manusia antrakuinon bermanfaat untuk menyuburkan rambut. Peran senyawa itu pada tanaman juga bisa menyuburkan pertumbuhan bulu-bulu akar yang berguna membantu tanaman menyerap unsur-unsur hara.
Pemakaian batang pisang untuk berkebun sayuran cukup mudah. Buatlah penyangga dari kayu untuk menahan batang pisang yang akan diletakkan secara horizontal. Berikutnya lubangi batang pisang seukuran gelas minuman mineral dengan lebar sekitar 15 cm dan dalam 10 cm dengan memakai pisau. Jarak antarlubang antara 15–20 cm. Sebatang pisang dapat dibuat 2 lajur lubang. Setelah lubang jadi masukkan media tanam berupa tanah atau sampah organik ke dalam lubang tanam tersebut. Diamkan terlebih dahulu selama 2–3 hari untuk kemudian baru ditanam benih sayuran sesuai kehendak Anda. Perawatan tanaman yang dilakukan sama seperti berkebun memakai bambu atau talang. Sebuah batang pisang bisa dipakai 2–3 kali tanam, tergantung kepada kondisi batang.

Olimpiade Pelajar Muhammadiyah di Ngawi

opm

Assalamu’alaikum wr wb.
Dikdasmen Pimpinan daerah muhammadiyah Ngawi dalam rangka meningkatkan Kwalitas peserta didik dilingkungan Muhammadiyah khususnya TK ABA sampai pendidikan tingkat MA/SMA/SMK  di Ngawi dan umumnya TK ABA sampai pendidikan tingkat MA/SMA/SMK  se-Karesidenan Madiun dengan tajuk Olimpiade Pelajar Muhammadiyah (OPM). Adapun lomba yang di selenggarakan meliputi: Olahraga (Vollly, Pencak Silat tapak Suci, Futsal dll) , olimpiade MIPA, Matematika serta Pidato tiga bahasa (arab, inggris, indonesia) dan puisi. Dari berbagai macam lomba diatas MI Muhammadiyah mengirimkan 2 delegasi yaitu kategori Puisi dan Pidato Bahasa arab. Dari dua lomba tersebut Alhamdulillah MI Muhammadiyah Madiun dapat menyabet dua mendali yaitu juara 1 lomba Puisi tingkat sekolah dasar atas nama ananda Fatimah Azzahra dengan bimbimngan Ustadzah Lilik Mustofiyah S.Pd. Sedangkan untuk kategori lomba pidato bahasa arab mendapat juara 2 atas nama Ananada Ahda Hanifah atas bimbingan Ustadz Rosyid Anwaruddin, S.Pd.I.
Keluarga besar MI Muhammadiyah mengucapkan banyak terima kasih atas keberhasilannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih oleh anak MI Muhammadiyah diatas semoga memberikan motivasi kepada adik kelas untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan dan meraih prestasi yang gemilang dimasa yang akan datang amin.
Wassalamu’alaikum wr wb .

ahdafatimah

Tips memilih sekolah terbaik

Tips memilih sekolah terbaik Untuk Anak

25 Mei 2011 6 Komentar

TIPS MEMILIH SEKOLAH TERBAIK UNTUK ANAK

bimbang memili sekolah (liliekriyanto.blogspot.com)

Kapan sebaiknya mulai mencari sekolah untuk anak? Apa pula yang harus diperhatikan dalam memilih sekolah untuk anak? Tak lama lagi, tahun ajaran baru akan datang. ltu berarti, saatnya bagi oran tua untuk kembali berpusing-ria memikirkan dan mencari sekolah bagi anak-anak mereka. Memilih sekolah bagi anak memang gampang-gampang susah. Oran tua harus jeli dan tahu kebutuhan anak. Salah memilih sekolah, bisa berakibat buruk, bahkan berdampak panjang. Ada beberapa faktor terpenting yang harus diperhatikan orang tua dalam memilih sekolah bagi anaknya, yaitu:

 

1. Kondisi dan kebutuhan anak.

Jika anak mudah sakit, misalnya, sebaiknya pilih sekolah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Atau, jika anak mempunyai hambatan bicara, sebaiknya jangan pilih sekolah,bilingual yang nantinya justru akan membebani anak.

2. Kemampuan Finansial OrangTua

Memang pendidikan hal yang paling utama dalam menentukan masa depan anak kita. Jika kita member pendidikan yang layak untuk anak kita, maka jangan kuatir tentunya anak kita nanti akan memperoleh output yang baik juga. Tapi seharusnya disesuaikan dengan kondisi financial/penghasilan kita. Tentunya orang tua harus bisa memilihkan sekolah untuk anaknya yang sesuai dengan kondisi finansial kita.

3. Hampir semua sekolah sekarang ini sepertinya menawarkan class trial.

Orang tua sebaiknya memanfaatkan penawaran ini sebaik-baiknya sebagai suatu cara melihat sekolah mana yang disukai anak. Pilih sekolah dimana anak merasa senang dan menikmati aktivitas belajarnya, dengan cara:

AJAK DISKUSI

Seiring bertambahnya usia anak, minat atau kesukaan pada sebuah sekolah juga menentukan, khususnya di tingkat SMP dan SMA, anak sudah punya pilihan sekolah sendiri yang juga patut  dipertimbangkan. Bagi anak-anak yang hendak melanjutkan”ke SMP dan SMU, sebaiknya pilihan sekolah mana saja yang akan dituju, dibahas bersama anak. “Di usia ini anak sudah bisa diajak berdiskusi tentang pilihan sekolah, jauh-jauh hari sebelum ujian masuk.”

Bagi yang mau masuk SMP, pembicaraan sekolah yang akan dltuju sebaiknya. sudah dilakukan

sejak awal kelas 6 SD. Jadi, usaha belajar anak lebih fo-kus pada SMP yang menjadi targetnya’ Sementara orangtua tinggal memantau kapan pendaftaran di sekeolah bersangkutan dimulai. Sekarang ini, oran tua memang harus mengikuti aturan liain sekolah yang bersangkutan” Jadi, akan sangat membingungkan jika pemilihan sekolah tidak direncanakan atau tidakditargetkan jauh-jauh hari. Anak juga sedini mungkin sudah harus mulai diajak berdiskusi tentang sekolah pilihannya. “Ajak mereka berdiskusi pada saat mereka siap dan bisa diajak berdiskusi tentang pilihan apapun’.Untuk pilihan sekolah, biasanya mulai pada saat mau masuk SMP kemudian ketika mau masuk SMA.

Tidak tertutup kemungkinan anak juga sudah punya pilihan ketika mau masuk SD, Tapi di usia ini memang orang tua yang lebih dominan menentukan. Di usia SMP dan SMA, anak masih dalam masa remaja dimana mereka juga sedang membentuk jati diri. Nah, keleluasaan menentukan pilihan secara mandiri, termasuk pilihan sekolah, akan sangat menunjang proses ini. “Saya pernah mendapatkan kasus dirnana anak mengalami kegagalan terus-menerus di sekolah sampai kuliah, karena merasa SMP-nya yang dulu adalah pilihan yang salah dan menyalahkan orangtua karena memaksanya bersekolah di sekolah itu Selain contoh di atas, dampak lain yang mudah terlihat adalah anak menjadi kurang bersemangat kesekolah.

Anak juga akan terus-menerus mengeluh tentang sekolahnya, sering murung sepulang sekolah, dan sebagainya. “Prestasi anak pun bisa terganggu. Pada anak kuncinya sebenarnya mudah saja, kok asalkan mereka merasa senang, potensi diri mereka pun akan teraktualisasi dengan optimal,” (kata ahli psikologi dari UI).

SEKOLAH UNGGULAN

Bagaimana dengan sekolah unggulan atau favorit? Kebanyakan orangtua memang menginginkan anak-anak mereka masuk sekolah favorit dengan beragam alasan. Bahkan, meski harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sekalipun. Padahal, belum tentu sekolah favorit cocok bagi anak. semuanya terpulang pada kondisi dan kebutuhan masing-masing anak. sekolah favorit bisa menjadi negatif jika memang tidak sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan minat anak.

4. Peran Orang Tua dalam mengarahkan Anak ketika memilih sekolah

1) Ketika anak usia 5- 1 3 tahuni jenjang TK sampai SD: pilihkan anak kita di sekolah yang ada perpaduan kurikulum diknas dan nondiknas (agama) karena pada usia ini anak masih membutuhkan arahan dari orang tua, pada usia ini anak masih nuruti hati orangtua.

Tentunya kita sebagai orang tua harus .mampu mengarahkan ke pendidikan yang islami sesuai tuntrinan Rasulullah SAW Karena pada usia ini penanaman konsep pada anak harus benar, apalagi konsep pemahaman tentang agama islam sangat lah penting pada usia ini. sehingga kedepan orang tua tidak kesutitan dan mudah untuk mengarahkan.

2) Ketika anak usia 14-1 6 tahun/ pada jenjang SMP : karena pada Tingkat SD anak kita sudah terbekali aqidah dan agama yang baik tentunya.pada jenjang ini anak akan bisa memilih sendiri sekolah yang terbaik untuk dirinya, arahan dari orangtua masih dibutuhkan tetapi mungkin hanya 7O% nia. Dan tentunya anak tidak akan memilih sekolah yang tidak ada pendidikan agama nya, karena dari usia dini anak sudah mendapat pendidikan agama yang melekat pada dirinya.

3) Ketika anak usia 17-19 tahun/pada jenjang SMA : peran orangtua disini hanya 4O% saja dan orangtua hanya sebagai fasilitator saja. Usia ini adalah usia. remaja pada usia ini adalah usia yang sangat rawan sekali bagi perkembangan anak, iika anak salah memilih sekolah maka akan berakibat fatal bagi masa depan anak’. Tetapi jika orang tua sudah membekali aqidah dan agama dari dini maka jangan kuatir pasti anak pada usia ini akan bisa memilih sekolah yang terbaik untuk dirinya.

4) Ketika anak usia 20 tahun keatas/ pada jeniang Kuliah atau mahasiswa: Peran orang tua disini hanya  10% saja karena usia ini anak sudah dewasa sudah bias menentukan masa depan nya sendiri orangtua hanya sebagai fasilitator saja. Keberhasilan anak ditentukan pada usia atau jenjang pendidikan ini.  Jika anak salah memilih tempaat bersekolan maka akan berakibat fatal bagi keberhasilan masa depan nya. Jangan kuatir bagi orang tua anak sudah kenyang dengan pendidikan agama dan punya aqidah agama yang kuat  karena padi setiap jenjang di bina aqidah agama tentunya anak akan memilih masa depan nya dengan agama islam yang Kaffah. Terimakasih.

Memilih sekolah yang baik

7 Pertimbangan dalam Memilih Sekolah untuk Anak

Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Pendidikan adalah ‘investasi jangka panjang’ untuk kesuksesan anak di masa datang. Oleh sebab itu orang tua tidak akan sembarangan dalam memilih sekolah untuk anaknya.
Orang tua rela membayar mahal demi meraih pendidikan yang berkualitas. Namun, sebenarnya apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak Anda? Menurut Psikolog dan pengamat pendidikan anak, Seto Mulyadi, dikutip dari Kompas.com, Setidaknya ada 7 kriteria yang menjadi acuan orang tua dalam memilih sekolah yang tepat untuk anak.
  1. Lihat visi misi sekolah tersebut. Visi misi sekolah akan menentukan kurikulum yang digunakan. Sesuaikah visi misi sekolah tersebut dengan pandangan pendidikan di keluarga dan harapan orangtua?
  2. Pertimbangkan sekolah bagus dengan tenaga pengajar yang bagus juga. Guru adalah ujung tombak yang menentukan anak akan belajar dan bermain dengan menyenangkan atau tidak.
  3. Perhatikan kondisi sekolah dan lingkungan di sekitarnya, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana di sekolah. Cukupkah untuk mendukung proses belajar-mengajar yang menyenangkan bagi anak?
  4. Perhitungkan jarak sekolah dari rumah. Jangan sampai terlalu jauh sehingga anak lelah di jalan dan tidak semangat belajar.
  5. Kenali karakter anak dan kebutuhannya untuk menentukan sekolah yang sesuai dengan anak. Misalnya, anak yang suka bergerak cocok disekolahkan di sekolah alam.
  6. Pengenalan akan karakter dan kebutuhan juga membantu mengenali durasi bersekolah dan komposisi durasi pengajaran di sekolah, misalnya dengan untuk menentukan butuh sekolah dengan durasi yang lebih banyak waktu bermain atau belajar.
  7. And last but not least, pikirkan matang-matang kemampuan finansial Anda untuk membayar segala biaya yang dibutuhkan, baik uang pangkal maupun uang bulanan ke depannya. Pastikan Anda memiliki sumber-sumber dana yang cukup untuk konsisten membayar ke depannya.

 

Biaya yang mahal belum tentu menetukan kualitas sekolah. Di masa sekarang ini, dalam memilih sekolah tidak hanya sekedar fasilitas sekolah yang serba tersedia, orang tua juga harus cermat dan cerdas dalam memilihkan sekolah untuk anaknya tersayang. Sekolah yang tepat akan memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan dan kecerdasan anak.
Selain mempertimbangkan tujuh kriteria di atas, orang tua juga harus melibatkan anak dalam meilih sekolah. Orang tua mengetahui kriteria apa yang patut dipertimbangkan dan mengenali lebih dulu kebutuhan anak-anak dalam pendidikan. Caranya, anak diberikan hak bersuara untuk menentukan sekolah yang menyenangkan baginya untuk belajar dan bermain.

Perpustakaan

Perpustakaan, Oh Perpustakaan

 perpustakaan

MINAT baca selama ini menjadi salah satu masalah besar bagi bangsa Indonesia. Betapa tidak, saat ini minat baca masyarakat Indonesia termasuk yang terendah di Asia.

Indonesia hanya unggul di atas Kamboja dan Laos. Padahal semakin rendah kebiasaan membaca, penyakit kebodohan dan kemiskinan akan berpotensi mengancam kemajuan dan eksistensi bangsa ini. Parahnya lagi, rendahnya minat baca bukan hanya terjadi pada masyarakat umum, di SD, SMP, SMA, bahkan di perguruan tinggi pun minat baca mahasiswa sangat rendah. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan kondisi di Jepang.

Saat ini tentu kita sudah melihat bagaimana kemajuan perkembangan iptek di Jepang. Semua itu disebabkan karena pemerintah Jepang sangat memprioritaskan kebutuhan bahan bacaan masyarakatnya, terutama anak-anak sekolah dan mahasiswa, sehingga tak mengherankan jika perpustakaan, terutama di kampus-kampus Jepang, selalu ramai dikunjungi mahasiswa.

Berbeda dari kondisi perpustakaan kampus di Indonesia, perpustakaan kampus tak lebih hanya sebagai tempat penyimpanan dan pajangan berbagai koleksi buku dan bahan referensi lainnya. Lebih ironis lagi, perpustakaan kampus sering dijadikan sebagai tempat untuk pacaran, bukan tempat membaca dan berdiskusi.

Sebagai seorang mahasiswa dan calon ilmuwan, perpustakaan seharusnya menjadi tempat yang paling dicari, terutama dalam mencari referensi untuk membuat atau menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.

Menumbuhkan Minat Baca

Faktor yang menjadi penyebab sepinya perpustakaan, selain minat baca mahasiswa yang menurun, juga karena perpustakaan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dengan tidak memenuhi kebutuhan mahasiswa. Untuk memenuhi kebutuhan tugas-tugas kuliah, mahasiswa seringkali lebih memilih cara instan, yaitu mencari di internet.

Mengapa minat baca mahasiswa rendah? Menurut (Arixs: 2006) ada enam faktor penyebab: (1) Sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat mahasiswa harus membaca buku, (2) banyaknya tempat hiburan, permainan, dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian mereka dari menbaca buku, (3) budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita, sedangkan budaya tutur masih dominan daripada budaya membaca, (4) sarana untuk memperoleh bacaan seperti perpustakaan atau taman bacaan masih merupakan barang langka, (5) tidak meratanya penyebaran bahan bacaan di berbagai lapisan masyarakat (6) serta dorongan membaca tidak ditumbuhkan sejak jenjang pendidikan praperguruan tinggi.

Perpustakaan sesungguhnya memainkan peranan penting bagi terciptanya budaya membaca bagi mahasiswa. Perpustakaan merupakan jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan, dapat memberikan kontribusi penting bagi terbukanya akses informasi, serta menyediakan data yang akurat bagi proses pengambilan sumber-sumber referensi bagi pengembangkan ilmu pengetahuan. Dan semua itu hanya bisa di dapatkan dengan cara membaca.

Oleh sebab itulah, perpustakaan kampus hendaknya didesain sedemikian rupa supaya mahasiswa dan civitas academica lebih betah berada di sana. Perpustakaan harus mampu memenuhi dahaga para mahasiswa yang haus akan ilmu pengetahuan dengan empat cara.

Pertama, menambah sarana dan prasarana perpustakaan, seperti adanya fasilitas dan jaringan internet atau wi-fi, memperbanyak ruang diskusi, dan memperbaiki ruang bacaan. Jika hal ini dapat diwujudkan, tentu akan menarik perhatian mahasiswa berkunjung ke perpustakaan.

Kedua, memberikan pelayanan yang baik, ramah, dan bersahabat. Hal ini sangat penting mengingat para pengunjung adalah mahasiswa yang berpendidikan. Jadi jika ada pelayanan dari petugas yang kurang baik dan kurang memuaskan tentu mereka akan protes dan kurang nyaman dalam menggunakan fasilitas perpustakaan.

Ketiga, tersedianya koleksi buku yang memadai. Koleksi bahan bacaan (buku atau literarur) merupakan komponen yang paling penting bagi perpustakaan. Koleksi yang harus dimiliki oleh perpustakaan minimal adalah buku wajib bagi setiap mata kuliah yang diajarkan dan jumlahnya harus memadai. Menurut SK Mendikbud 0686/U/1991, setiap mata kuliah dasar dan mata kuliah keahlian harus disediakan dua judul buku wajib dengan jumlah eksemplar sekurang-kurangnya 10 % dari jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut.

Keempat, menciptakan iklim membaca di kampus. Lingkungan akademik yang kondusif akan mendorong mahasiswa untuk rajin ke perpustakaan. Hal itu bisa dilakukan, misalnya dengan cara dosen memberikan tugas membaca bagi mahasiswanya.

Jika perpustakaan dapat memberikan layanan yang baik dan menyediakan berbagai kebutuhan literatur yang dibutuhkan, maka mahasiswa akan banyak mendatangi perpustakaan. Lingkungan yang demikian memang tidak bisa diciptakan sendirian oleh perpustakaan, melainkan harus bekerja sama dengan seluruh warga kampus. (24)

—Fauzul Andim, mantan aktivis Pers LPM Edukasi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, saat ini menjadi Guru di SLB Negeri Ungaran.

sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/24/160264/19/Perpustakaan-Oh-Perpustakaan